Tag

, ,


Berikut ini sekedar sharing informasi mengenai bagaimana kita memahami dan menyikapi potensi perbedaan dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal 1434 H.

Berdasarkan ringkasan garis awal bulan Qomariyah untuk tahun 1434 H (sumber http://goo.gl/mZyrg) berikut:

Awal bulan ramadhan 1434 H

Pada saat maghrib, 8 Juli 2013 Masehi, Wilayah Jepang (seluruhnya) masih berada pada arsiran merah yang berarti mustahil melihat hilal. Dengan demikian, untuk semua kriteria ((Wilayatul Hukmi Wujudul Hilal (Muhammadiyah), kriteria imkan rukyat 2 derajat (IR 2 derajat, a.l. pada kalender Kementerian Agama dan NU), dan kriteria imkan rukyat astronomis (IR Astronomis, pada kalender Persis)), sya`ban digenapkan 30 hari, dan puasa di Jepang akan dimulai hari Rabu, 10 Juli 2013. Kecuali berdasar pada rukyat global yang berarti harus benar-benar “merukyat hilal (melihat bulan sabit)” (di mana rukyat tersebut dilakukan oleh sebagian dari kaum muslim di seluruh dunia dan berlaku untuk seluruh kaum muslim di seluruh dunia, tanpa mempersoalkan batas-batas Negara nasional, silahkan dilihat penjelasannya disini https://www.facebook.com/notes/abulwafa-romli/pendapat-ulama-terkait-rukyat-global/160634617405344) maka penentuan 1 Ramadhan (baik di Jepang ataupun negara lainnya) tetap menunggu hasil rukyat tersebut.

Sedangkan disebagian wilayah Indonesia, pada saat maghrib 8 Juli 2013, bulan sudah berada di atas ufuk walaupun masih berada pada area tidak berwarna (putih) yang berarti tidak mungkin melihat hilal. Maka berdasarkan kriteria Wilayatul Hukmi Wujudul Hilal,  kalender Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1434 H bertepatan pada hari Selasa, tanggal 9 Juli 2013 Masehi (lihat pengumuman resminya di: http://www.muhammadiyah.or.id/).  Tetapi karena bulan terlalu rendah, tidak mungkin hilal terlihat, maka menurut kriteria Imkan rukyat 2 derajat (NU) dan imkan rukyat astronomi (Persatuan Islam) bulan sya`ban di isti`malkan (digenapkan) 30 hari, sehingga 1 Ramadhan 1434 H, berdasarkan kriteria tersebut bertepatan dengan hari Rabu, 10 Juli 2013 Masehi. Sedangkan kriteria rukyat global tetap menunggu hasil rukyat yang dilakukan diseluruh dunia pada tanggal 8 Juli 2013 Masehi.

Berdasarkan hal tersebut di atas, perbedaan dalam mengawali tanggal 1 Ramadhan 1434 H mungkin saja terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan penentuan, dalil serta pemahaman atas dalil-dalil tertentu. Yang terpenting adalah bertindaklah sesuai dengan apa yang diyakini disertai dengan mengkaji terlebih dahulu pendapat mana yang akan diikutinya sebelum memutuskan meyakini pendapat kelompok tertentu. Intinya mah, teteeeep yaitu: “terus belajar dan mengkaji islam lebih dalam” demi memperkuat landasan dalam setiap tindakan yang akan dilakukan.

Berikut dalil-dalil mengenai mengawali dan mengakhiri puasa Ramadhan:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته، فإن غم عليكم الشهر فعدوا ثلاثين. رواه البخاري ومسلم والنسائي. وفي لفظ: عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته، فإن غم عليكم فاقدروا ثلاثين.

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Lalu apabila bulan terhalang mendung atas kalian, maka hitunglah tigapuluh”. HR Bukhari, Muslim dan Nasai. Dan dalam lafadz lain. Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Lalu apabila kalian terhalang mendung, maka perkirakanlah tigapuluh”.

وعن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إذا رأيتم الهلال فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا، فإن غم عليكم فصوموا ثلاثين يوما. رواه مسلم وابن ماجه.

Dan dari Abu Hurairah RA: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian telah melihat hilal, maka berpuasalah. Dan apabila kalian telah melihat hilal, maka berbukalah. Lalu apabila kalian terhalang mendung, maka berpuasalah tigapuluh hari”. Dan hadis-hadis lain yang senada.

وروي عن جماعة من الأنصار قالوا غم علينا هلال شوال، فأصبحنا صياما، فجاء ركب من آخر النهار، فشهدوا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم أنهم رأوا الهلال بالأمس، فأمر رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يفطروا من يومهم، وأن يخرجوا لعيدهم من الغد. رواه الخمسة إلا الترمذي.

Dan telah diriwayatkan dari Jama’ah Anshar bahwa mereka telah berkata: “Hilal bulan Sawal telah tertutup mendung atas kami, lalu pagi harinya kami berpuasa, lalu pada sore harinya datang kafilah, lalu mereka bersaksi kepada Rasulullah SAW bahwa mereka telah melihat hilal kemaren, lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar mereka berbuka pada hari itu juga, dan agar keluar untuk shalat ‘idul fitri pada pagi harinya”.

Wallahu a`lam bi ashowab.

Matsuyama,

June 16, 2013