Tag

, , , , ,


listrik statis-okAlhamdulillah, saat ini Jepang tengah memasuki musim gugur yang dalam bahasa Jepang disebut dengan “aki”. Itu artinya, cuaca akan mulai beranjak turun menjadi lebih dingin ke depannya. Suhu terendah biasanya ada disekitar akhir bulan Januari hingga pertengahan Februari. Itu berarti musim dingin (atau yang dalam bahasa Jepangnya disebut dengan fuyu) sedang berada di puncak-puncak “kedinginannya”. Bagi saya, musim dingin di Jepang memiliki tantangan tersendiri. Selain rasa dingin yang luar biasa (karena saya memang tidak kuat dingin) dan menyebabkan kulit pecah-pecah bahkan hingga berdarah, ditambah jadwal sholat yang semakin pendek disiang hari, musim dingin di Jepang sering “mengejutkan” saya dengan setruman “listrik statisnya”. Terus terang setruman-setruman ini sempat “meneror” saya, hingga suatu waktu membuat saya agak trauma menyentuh benda-benda “berbau” besi. Bayangkan, setiap saya menyentuhnya, baik sengaja atau tidak, tiba-tiba saya kesetrum, dan tidak jarang dengan daya setrum yang cukup besar sehingga mengejutkan saya. Karenanya saya sering berhati-hati saat menyentuh gagang pintu, keran air, meja belajar (yang sebagiannya terbuat dari besi), atau elevator (lift). Biasanya saya tarik sedikit bagian jaket atau kemeja saya untuk memegangnya. Itupun, kalau tidak lupa. Seringnya saya terlupa dan spontan kesetrum. Sebelum saya menulis blog ini pun, saya sempat kesetrum karena memegang keran westafel saat ingin cuci tangan, padahal baru masuk “aki”. Tapi, Alhamdulillah, kejadian itu jadi mengingatkan saya untuk menulis artikel ini.

Fenomena listrik statis sebenarnya bukan hanya terjadi di Jepang. Di negeri-negeri lain yang mengalami musim dingin pun biasa merasakannya. Ini terjadi karena udara di tempat tersebut sangat dingin, mengakibatkan kelembaban yang sangat rendah. Atau dengan kata lain, udara menjadi sangat kering. Udara yang sangat kering ini, menjadi salah satu insulator yang dapat mendukung terbentuknya gejala listrik statis. Disamping itu, pakaian yang digunakan selama musim dingin, yang biasanya terbuat dari bahan wol, menambah kemungkinan timbulnya fenomena ini.

Kenapa bisa timbul listrik statis?

Sebenarnya fenomena listrik statis sudah umum diketahui. Salah satunya percobaan ketika kita menggosokan penggaris plastic ke kain. Setelah beberapa lama digosokan, apabila penggaris plastic tersebut kita dekatkan dengan rambut, maka seketika pula rambut akan berdiri dan menempel ke penggaris tersebut.

Setiap benda disekitar kita tersusun atas materi yang paling kecil disebut atom. Atom tersusun atas tiga bagian yang lebih kecil, disebut proton (bermuatan positif), neutron (tidak bermuatan), dan electron (bermuatan negative). Biasanya setiap benda itu bersifat netral yang artinya jumlah proton dan elektronnya sama. Suatu keadaan tertentu dapat menyebabkan jumlah elektronnya di suatu bahan lebih banyak dari proton, sehingga benda tersebut bermuatan negative, demikian sebaliknya, jika jumlah protonnya lebih banyak dari elektronnya, ia akan bermuatan positive.

Beberapa atom memegang electron mereka lebih kuat dibandingkan yang lainnya. Hal ini menentukan seberapa besar kecenderungan sebuah benda untuk melepaskan atau menerima elektronnya ketika bersentuhan dengan benda lainnya. Di dalam sains istilah ini dikenal dengan deret triboelektrik. Saya tidak ingin terlalu detail membahas deret ini supaya tidak terkesan rumit. Intinya adalah ketika suatu bahan bersentuhan maka sangat dimungkinkan terjadinya perpindahan electron dari suatu bahan yang lebih banyak mengandung electron ke bahan yang lebih sedikit elektronnya. Beberapa atom mendapatkan tambahan electron sedangkan yang lainnya kekurangan electron. Perpindahan muatan inilah yang disebut dengan listrik statis. Semakin jauh jarak antara kedua bahan dalam deret tersebut, semakin besar efek yang ditimbulkan dari perpindahan electron tersebut.

Terasa kesetrum

Jaket-jaket tebal yang terbuat dari wool atau bulu yang digunakan selama musim dingin, atau sepatu yang terbuat dari bahan insulator dapat mengumpulkan muatan pada tubuh kita dan siap akan melompat dan berpindah ke gagang pintu, keran air dan sebagainya untuk menjadi netral. Udara kering saat musim dingin semakin memanjakan fenomena ini. Makanya, saat tubuh kita yang sudah terkumpul oleh muatan listrik kemudian menyentuh bahan-bahan konduktor seperti gagang pintu, keran air, atau bagian besi pada meja belajar, akan menimbulkan kejutan listrik yang terkadang lumayan besar. Saat itulah kita merasakan kesetrum. Jadi, peristiwa kesetrum itu sebenarnya adalah peristiwa perpindahan muatan dalam tubuh kita yang terkumpul untuk menjadikannya netral.

Menghindari efek kesetrum

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi efek listrik statis pada diri kita. Misalnya dengan menggunakan humidifier di dalam ruangan sehingga udara di dalam ruangan tersebut tetap terjaga kelembabannya. Memakai pakaian dengan bahan serat alami sehingga mengurangi penumpukkan muatan pada tubuh kita. Selama di dalam rumah, misalnya, berjalan tanpa alas kaki (meskipun kadang-kadang cukup dingin juga) sehingga mampu mengurangi penumpukan muatan karena telah tersalurkan ke ground (Tanah). Dan biasanya saya selalu menyentuh dinding (ground) dahulu sebelum menyentuh bahan konduktor untuk mengurangi efek loncatan muatan tersebut. Karena dengan menyentuk dinding atau wall yang terhubung ke tanah, akan mengosongkan muatan dalam tubuh kita sehingga tidak terjadi lompatan saat bersentuhan dengan bahan konduktor. Kalau di dalam hotel atau gedung universitas, biasanya di depan lift akan ada tulisan seperti gambar di atas, yang meminta kita untuk menyentuh bagian tersebut terlebih dahulu agar tidak kesetrum saat menekan tombol lift tersebut.

Anyway, fenomena listrik statis ini memang unik, dan merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang menciptakan seluruh benda-benda tersebut dengan berbagai karakteristik dan sifat-sifat uniknya. Tentu ini dapat menjadi pelajaran bagi kita jika kita mau mengambil hikmahnya. Selamat memasuki musim gugur, dan bersiap-siap menghadapi musim dingin. Hati-hati yah kesetrum…..

Wallahu a`lam bi ashowab.

Dede Heri Yuli Yanto,

Matsuyama Shi,

16 Oktober 2013.

Iklan